Setelah Ular Makan Manusia Di Sulawesi, Kini Di Kalimantan Dihebohkan Dengan Kemunculan Sepasang Naga

6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
Setelah Ular Makan Manusia Di Sulawesi, Kini Di Kalimantan Dihebohkan Dengan Kemunculan Sepasang Naga. SULAWESI – Seusai permasalahan ular piton di Sulawesi yang menelan Akbar, dunia terus mempunyai perhatian besar kepada ular-ular raksasa. Permasalahan ular piton di Sulawesi Barat itu terbukti mengagetkan dan menjadi trending topic di dunia.
Setelah Ular Makan Manusia Di Sulawesi, Kini Di Kalimantan Dihebohkan Dengan Kemunculan Sepasang Naga
Setelah Ular Makan Manusia Di Sulawesi, Kini Di Kalimantan Dihebohkan Dengan Kemunculan Sepasang Naga
Sebab, sangat jarang ular piton menelan manusia, hingga permasalahan di Sulawesi itu ditulis berbagai media dunia. Publik kemudian kembali memperbincangkan ular-ular raksasa dan permasalahan-permasalahan lama kembali dimunculkan. Berbicara mengenai ular raksasa, Indonesia pada tahun 2010 silam sempat dikejutkan dengan berita munculnya sepasang ular raksasa di bumi Kalimantan alias cocoknya di Sungai Mahakam.

Dikutip dari arsip kompas.com, masyarakat Kutai Barat (Kubar), terutama warga Mahakam Ulu, sempat digemparkan dengan kemunculan sepasang ular raksasa sebesar drum alias berdiameter kurang lebih 60 sentimeter dengan panjang kurang lebih 40 meter.

Ular raksasa itu terkesan meliuk di permukaan air di Riam Haloq, Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai. Ular raksasa yang melintas di sungai itu diyakini masyarakat Suku Dayak sebagai naga. Berdasarkan info yang dihimpun Tribun, sebetulnya peristiwa kemunculan naga terjadi Jumat (29/1/2010).

Saat itu suatu longboat berangkat dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Longboat tiba siang hari di Kampung Long Tuyuq, hulunya Riam Haloq. Saat itulah motoris dan penumpang longboat menonton sepasang ular raksasa melintas di permukaan Sungai Mahakam dari arah berlawanan.

Begitu mengenal sepasang naga lewat, motoris langsung menepikan longboat ke tepi sungai sebab khawatir menjadi korban. “Nyatanya kedua naga itu berlangsung terus dan tidak merasa terganggu dengan keberadaan longboat,” tutur Dodik, yang mendengar cerita dari keluarganya di Mahakam Ulu.

Seusai itu, motoris dan berbagai penumpang langsung mengambil gambar memakai handphone berkamera sebab menganggap itu suatu peristiwa langka. Di wilayah Kubar sendiri gambar ular raksasa itu telah tersebar dan masyarakat menjadi heboh. Menurut seorang warga Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, sebetulnya ada dua naga yang terkesan.

Satu naga diyakini berjenis jantan sebab di kepalanya ada dua tanduk dan naga betina sebab tidak ada tanduknya. Kedua binatang itu mempunyai empat kaki, warna kulit hitam dengan panjang kurang lebih 40 meter dan diameter tubuh kurang lebih 60 sentimeter. Ia meningkatkankan, sebelumnya di Long Tuyoq bahkan ada seorang warga dan anaknya yang sedang berburu babi menonton ular raksasa tersebut. Saking kagetnya, sang anak hingga tidak dapat berbicara hingga kini.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, kemunculan naga bagi Suku Dayak adalah suatu pertanda, yakni pengumuman bakal turun hujan lebat yang diiringi banjir yang terjadi tiga hari seusai kemunculan ular raksasa. Hal itu lebih meyakinkan sebab sejak Senin (1/2/2010) hingga Rabu (3/2/2010), air Sungai Mahakam meluap dan mengdampakkan banjir yang melanda berbagai kecamatan di sepanjang Sungai Mahakam, di antaranya Long Bagun, Laham, Long Hubung, Long Iram, Tering, Melak, Muara Pahu, Penyinggahan, dan Mook Manaar Bulatn.

Susah akses

Kampung Long Tuyoq terletak di Kecamatan Long Pahangai. Mempunyai luas 126,95 kilometer persegi dan dihuni mayoritas Suku Dayak Bahau Busang. Mereka tinggal di sepanjang Sungai Mahakam dengan mata pencarian sebagai petani tadah hujan, karet, vanili, berburu, dan penambang emas tradisional. Long Tuyoq adalah daerah yang terpencil jadi jalan masuk menuju ke sana lumayan susah.

Dari Samarinda apabila memakai pesawat kecil DAS, membutuhkan waktu 1 jam hingga di Datah Dawai. Seusai itu wajib melanjutkan perjalanan dengan ketinting menuju hilir Sungai Mahakam, membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Apabila memakai longboat butuh waktu 1 jam. Sementara apabila memakai kapal motor (taksi air) dari Samarinda menuju Long Bagun membutuhkan waktu dua hari.

Dari Long Bagun dilanjutkan dengan memakai speedboat, tarifnya Rp 500.000 per orang, sedangkan longboat Rp 400.000 per orang. Butuh waktu 12 jam dari Long Bagun hingga di Long Tuyoq. Jalur sungai yang dilalui penuh tantangan dan risiko sebab wajib menghadapi keganasan riam-riam yang ada di sepanjang Sungai Mahakam.

Riam yang dikenal paling ganas adalah Riam Panjang dan Riam Udang, di sana tersedia batu-batu karang yang tajam dan pusaran air yang siap menelan perahu apabila tidak berhati-hati melintas. Di kanan-kiri Sungai Mahakam menuju Kampung Long Tuyoq ditumbuhi pohon-pohon besar seukuran tubuh kerbau.
Setelah Ular Makan Manusia Di Sulawesi, Kini Di Kalimantan Dihebohkan Dengan Kemunculan Sepasang Naga
Setelah Ular Makan Manusia Di Sulawesi, Kini Di Kalimantan Dihebohkan Dengan Kemunculan Sepasang Naga

Ular 33 meter

Sebelumnya, pada Februari 2009, Kalimantan juga bikin heboh dunia saat timbul suatu gambar udara yang menunjukan ular raksasatengah melintas di suatu sungai di Sarawak,Harta benda aysia. Ular raksasa itu berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, tahap utara Kalimantan.

Sebuah gambar ular raksasa terkesan berenang melenggak-lenggok di suatu sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya dan beritanya, gambar itu diambil dari suatu helikopter, 11 Februari 2009.

Gambar itulah yang menjadi perdebatan. Kalimantan terbukti mempunyai ular-ular raksasa. Tetapi, selagi ini ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca alias piton alias masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter. Tetapi, ular yang terkesan di gambar dan beredar luas di internet, tergolong Youtube, itu jauh lebih panjang dan besar dibandingkan dengan temuan piton.

Diperkirakan panjangnya 100 kaki alias kurang lebih 33 meter. Gambar tersebut diambil oleh anak buah tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, suatu koran lokal. New Straits Times di Kuala Lumpur juga memuat gambar tersebut, yang kemudian dihadirkan oleh The Telegraph, Inggris. Ada juga yang tidak memercayai gambar itu dan menganggapnya rekayasa semata sebab terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut.

Benar alias tidak, gambar itu telah membikin masyarakat di kurang lebih Serawak, terutama Sibu, ketakutan sebab sungai itu adalah urat nadi transportasi masyarakat selagi ini. Berdasarkan legenda yang nasib di masyarakat setempat, terbukti dipercaya mengenai adanya ular besar di kawasan tersebut yang bernama Nabau. Menurut kepercayaan, Nabau adalah ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh celah hidung.

Masyarakat desa yang tinggal di Sungai Baleh Borneo memercayai makhluk gaib tersebut. Tidak hanya itu, masyarakat terbukti tidak jarang menonton ular-ular besar di kawasan itu. Nah, bila kedua gambar itu asli, apakah ular yang terkesan itu sejenis piton alias anaconda? Hingga saat ini terbukti belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan. Rekor ular terpanjang saat ini terbukti anaconda (eunectes) dari Amazon. Anaconda adalah keluarga boa.

Panjang anaconda yang terakhir ditemukan adalah 50 kaki, tetapi para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh suatu ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut website lingkungan Mongabay, yang paling besar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.

Piton Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic reticulated python (Python reticulatus). Piton terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki dan adalah rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang piton dapat mencapai 50 kaki alias kurang lebih 15 meter. Bedanya, anaconda lebih langsing dan pakar berenang.Ad interim piton lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air.

Anaconda menggigit mangsanya hingga mati sebelum menelan, sementara piton memakai kekuatannya dengan membalut mangsa hingga tulang-belulangnya hancur alias tidak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Awal Februari tahun lalu, para ilmuwan juga menemukan fosil ular seberat suatu mobil kecil. Ular itu diperkirakan dapat melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa ini sangat besar dan nasib dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di kurang lebih hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam.

sumber : tribunnews.com

0 Response to "Setelah Ular Makan Manusia Di Sulawesi, Kini Di Kalimantan Dihebohkan Dengan Kemunculan Sepasang Naga"

Post a Comment

Jangan Lupa Like Page Facebook GODELOKU.com Untuk Mendapatkan Informasi Berita Terbaru dan Topik-topik Menarik Lainnya.