Pengertian dan Dasar Hukum Puasa

6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
Pengertian dan Dasar Hukum Puasa
Pengertian dan Dasar Hukum Puasa
Pengertian dan dasar hukum puasa menurut bahasa bahwa siyam/puasa artinya menahan diri (imsak).

Menurut istilah yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang dapat merusak atau membatalkan puasa mulai terbitnya fajar sampai terbenam matahari (waktu magrib) dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan.

Dasar hukum puasa :

Firman Allah yang Artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (Qs. al-Baqarah: 183)
Hadist Nabi Muhammad saw yang Artinya :
"Pokok dan dasar agama Islam itu ada tiga, dan atas tiga itulah Islam didirikan barang siapa meninggalkan salah satunya maka hukumnya kafir dan halal darahnya, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi sesungguhnya Nabi Muhammad utusan Allah, mengerjakan shalat lima waktu dan berpuasa pada bulan Ramadan." (H.R. Abu Ya'la).
Berdasarkan pengertian ayat dan hadis di atas bahwa puasa pada bulan Ramadhan itu hukumnya wajib bagi setiap orang Islam (yang mukalaf). Kewajiban berpuasa itu seperti kewajiban puasa bagi umat manusia sebelum Nabi Muhammad hanya dengan tata cara yang berbeda.

Misalnya pada Nabi Dawud a.s. berpuasa dilakukan secara berselang-seling (sehari puasa sehari tidak), orang Yahudi berpuasa sehari semalam hanya makan sekali saja.

1. Syarat Wajib Puasa
  • Beragama Islam, selain orang Islam tidak wajib berpuasa.
  • Mukalaf, berakal sehat, dan balig.
  • Mampu melaksanakan puasa, bukan orang yang sedang sakit dan orang yang sudah tua (lemah).
  • Orang yang sehat jasmani dan rohani, orang yang sakit bertambah parah jika menjalankan puasa, tidak berkewajiban berpuasa.
  • Orang yang bermukim, bukan orang yang sedang dalam berpergian jauh lebih kurang 85 km (musafir).

2. Syarat Sahnya Puasa
  • Islam, orang yang kafir asli dan orang yang murtad tidak sah berpuasa.
  • Berakal sehat, orang yang gila dan anak yang belum dapat membedakan sesuatu yang benar dan salah, baik dan buruk tidak sah puasanya.
  • Bagi wanita harus suci dari haid atau nifas.
  • Mengerti waktu puasa, bukan hari-hari yang diharamkan puasa (1 Syawal, 10, 11, 12, 13 Zulhijjah).

3. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa
  • Masuknya sesuatu benda yang disengaja ke dalam lubang menerus (seperti telinga, hidung, mulut, farji, dan anus).
  • Muntah dengan disengaja.
  • Bersenggama atau bersetubuh di siang bulan Ramadhan.
  • Keluar sperma (mani) dengan disengaja.
  • Tiba-tiba datang bulan (haid) atau nifas bagi perempuan
  • Gila.
  • Murtad.

Selain hal-hal diatas berarti tidak membatalkan puasa, misalnya menangis, mencukur rambut, memotong kuku, tangan atau kaki berdarah dan sebagainya.

4. Hal-Hal yang Disunahkan dalam Puasa
  • Segera berbuka puasa jika telah tiba waktu magrib (matahari terbenam).
  • Berbuka dengan kurma atau makanan yang manis atau air.
  • Membaca doa berbuka puasa (lihat lampiran doa).
  • Mengakhirkan makan sahur sebelum waktu imsak, agar lebih kuat menahan rasa lapar dan haus serta banyak tenaga.
  • Memberikan makanan untuk berbuka bagi orang yang sedang puasa.
  • Memperbanyak amal sedekah dan infak.
  • Memperbanyak membaca Al-Qur'an (tadarus).
  • Meninggalkan pembicaraan yang tidak ada manfaatnya.

Demikianlah pembahasan tentang Pengertian dan Dasar Hukum Puasa. Tolong di Bagikan Kepada Semua Orang. Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semuanya.  

0 Response to "Pengertian dan Dasar Hukum Puasa"

Post a Comment

Jangan Lupa Like Page Facebook GODELOKU.com Untuk Mendapatkan Informasi Berita Terbaru dan Topik-topik Menarik Lainnya.