Hukum-Hukum Hajji

6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
Hukum-Hukum Hajji
Hukum hajji adalah fardhu ‘ain, wajib bagi setiap muslim yang mampu, wajibnya sekali seumur hidup. Haji merupakan bagian dari rukun Islam.

Mengenai wajibnya haji telah disebutkan dalam Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ (kesepakatan para ulama).

Rukun-rukun hajji :

  1. Ihram dengan niat (nawatul hajja wa ahramtu bihi)
  2. Wuquf di Arafah
  3. Thawaf tujuh kali
  4. Sa'i tujuh kali dimulai dari shafa dan dihabisi di marwah.
  5. Gunting atau cukur rambut.

Dan yang utama yalah wuquf di Arafah. Dan sebagian muhaqqiqin berkata : Yang utama thawaf. Dan semua rukun ini juga rukun umrah, kecuali wuquf diarafat.

Wajib-wajib hajji :

  1. Berihram dari miqat.
  2. Bermalam di muzdalifah, walau sebentar (sekejab) sesudah tengah malam idul adha.
  3. Bermalam di Mina pada malam-malam tasyriq (11-12-13 dzulhijjah).
  4. dan pada siang harinya melempar jumrah ula 7 batu, wustha 7 batu, aqabah 7 batu.
  5. Tawaf wada' bagi orang yang datang dari luar kota Makkah, dan yang tidak haidh. Dan bila meninggalkan satu dari padanya dihukum denda yaitu puasa tiga hari, atau bersedekah pada enam orang miskin dengan tiga sha', atau menyembelih kambing.

Sayar-syarat tawaf :

  1. Suci dari dua hadas, suci badan dan pakaian.
  2. Menutup aurat.
  3. Mulai tawaf dari hajar aswad, dan menghadapi dengan badannnya, dan meletakkan ka'bah disebelah kirinya.

Yang haram diwaktu ihram : 
Bersetubuh, dan mencium dan bersuka-suka dengan isteri dengan syahwat, dan unani (sengaja mengeluarkan mani), dan akad nikah, dan berharum-harum, dan memakai minyak untuk rambut, dan mencabut rambut (menggunting atau mencukur), dan memotong kuku, dan memburu binatang, dan memakai pakaian berjait untuk lelaki, dan menutup kepala untuk lelaki dan menutup muka untuk wanita.

Maka siapa yang mengerjakan larangan-larangan ini karena bodoh atau lupa akan haramnya jika yang dilanggar itu karena mencabut rambut atau memburu maka ia berkewajiban membayar fidyah. Jika pelanggaran itu berupa kesukaan kemewahan seperti berharum atau berpakaian, maka tidak terkena denda (fidyah).

Imam Nawawi menerangkan dalam kitab Almajmu' : keterangan sebagian ulama : Sunnat bagi tiap orang meniru orang yang berihram, ya'kni tidak mencabut rambut atau menggunting kuku. Juga ada yang berpendapat sunnat dzikir dan berdo'a meniru orang-orang yang sedang wuquf di Arafah.

Demikianlah pembahasan tentang Hukum-Hukum Hajji. Tolong di Bagikan Kepada Semua Orang. Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semuanya. 

Sumber : Petunjuk Ke Jalan Lurus

0 Response to "Hukum-Hukum Hajji"

Post a Comment

Jangan Lupa Like Page Facebook GODELOKU.com Untuk Mendapatkan Informasi Berita Terbaru dan Topik-topik Menarik Lainnya.