Bolehkah Kita Marah Dalam Ajaran Islam ?

6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
Bolehkah Kita Marah Dalam Ajaran Islam ?
Bolehkah Kita Marah Dalam Ajaran Islam ?
Marah adalah perbuatan yang di larang dalam ajaran islam oleh karena itu lebih baik hindarilah dari perbutan marah.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya :

"Hai Mu'awiyah, awaslah dari pada marah, karena marah itu dapat merusak iman, sebagaimana jadam dapat merusak madu. (H.R. Albaiqi, Ibn Asakir)".
Alkharaa'ithi meriwayatkan :
"Awaslah kamu dari pada saling membenci, karena benci membenci itu dapat memutuskan hubungan agama".

Ibn Syahien berkata : Allah telah berfirman :
"Hai anak Adam, ingatlah padaKu diwaktu kau marah, niscaya Aku ingati kamu ketika Aku marah, sehingga Aku tidak membinaskan kau bersama orang-orang yang Aku binasakan".
Alhakim meriwayatkan yang artinya :
"Sesungguhnya marah suatu alat patri (setempel) dari neraka jahannam Allah meletakkannya dalam hati perasaan seseorang, tidakkah anda melihat seoarang jika marah, merah mukanya, muram wajahnya, tegang urat-uratnya".
Attirmidzi meriwayatkan yang artinya :
"Dineraka ada pintu, yang tidak dimasuki kecuali oleh orang yang memuaskan marahnya, dalam suatu hal yang memurkakan Allah".
Atthabarani meriwayatkan yang artinya :
"Siapa yang dapat menahan marahnya karena Allah, maka Allah akan menghindarkan dari siksaNya".
Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan yang artinya :
"Sesungguhnya marah itu dari syaithan, dan setan itu dijadikan dari api dan yang dapat memadamkan api itu hanyalah air, maka apabila seorang dalam marah, hendaklah segera wudhu".
Atthabarani meriwayatkan yang artinya :
"Andaikan seorang yang marah itu suka membaca : A'udzubillahi minasysyaithanirajiem (Aku berlindung kepada Allah dari gangguan syaithan yang terkutuk) niscaya hilang marahnya.
Diriwayatkan ada seorang sahabat karena terdorong oleh marah hingga menyebabkan ia murtad keluar dari islam sehingga mati kafir. demikianlah bahaya marah sehingga mendorong seorang berbuat kebinasaan tanpa kesadaran. Na'udzu billah min dzalika.

Wahb bin Munabbih berkata :

Ada seorang rahib beribadat dalam biaranya, maka datang tidak dapat, maka syaithan memanggil padanya supaya dibukakan pintu, tetapi rahib tetap diam tidak berubah dari ibadahnya, lalu Sy. berkata Bila aku pergi anda akan menyesal, tetapi R. tetap diam Kemudian Sy. berkata : Aku ini Almasih Isa, maka dijawab : Jika anda benar-benar Almasih, lalu akan bertemu pada kami dihari qiyamat, karena itu bila anda datang sekarang dan membawa ajaran-ajaran yang lain kami tidak dapat menerimanya. Lalu ia berkata : Sebenarnya aku syaithan datang akan menyesatkan anda tetapi tidak dapat. Lalu Sy berkata : Bertanyalah padaku sekehendakmu niscaya aku beritakan padamu ? Jawab R : Tidak ingin tanya apa-apa padamu.
Kemudian setelah pergi syaithan itu, Rahib berkata : Apakah kamu masih mendengar ? jawab Sy : Ya. maka berkata Rahib : Beritakan padaku, sifat yang manakah dari sifat anak Adam yang mudah anda permainkan ? Jawab Syaithan : Sifat pemarah sebab bila seseorang itu pemarah, maka aku mempermainkannya bagaikan anak-anak mempermainkan bola.

Semoga Allah melindungi kami dari bahaya dan perangkap syaithan.

Demikianlah pembahasan tentang Bolehkah Kita Marah Dalam Ajaran Islam ? Tolong di Bagikan Kepada Semua Orang. Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semuanya.

Sumber : Petunjuk Ke Jalan Lurus

0 Response to "Bolehkah Kita Marah Dalam Ajaran Islam ?"

Post a Comment

Jangan Lupa Like Page Facebook GODELOKU.com Untuk Mendapatkan Informasi Berita Terbaru dan Topik-topik Menarik Lainnya.