Kriteria Kematian Menurut Islam

6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
Kriteria Kematian Menurut Islam
Kriteria Kematian Menurut Islam
Kematian seseorang bisa dibedakan menjadi dua, yaitu khusnul khatimah dan su'ul khatimah.

Mati khusnul khatimah ialah mati dalam keadaan iman, islam, dan taqwa kepada Allah SWT.

Sedangkan mati su'ul khatimah yaitu mati dalam keadaan musyrik, kafir, fasik, murtad dan lain sebagainya.

Semua orang mendambakan agar mati dalam keadaan khusnul khatimah. Untuk itu haruslah beriman dan bertaqwa dengan sesungguhnya.

Allah berfirman yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam". (QS.3:102).
Baca Juga : Maut Pasti Datang

Tidak semua orang tercapai keinginannya mati dalam keadaan khusnul khatimah, jika selama hidup di dunia tak pernah sama sekali melakukan amal kebajikan. Hidup sehari-harinya selalu dirongrong oleh syetan, menurut hawa nafsu, berlumuran dengan dosa, dan dia tak mengenal iman dan Islam, apalagi bertaqwa kepada Allah, Maka orang semacam ini apakah mati khusnul khatimah atau su'ul khatimah ? Maka orang semacam ini justru mati su'ul khatimah.

Jadi keinginan mati khusnul khatimah tidak hanya sekedar angan-angan belaka, tetapi harus ada realisasi dalam kehidupan sehari untuk beramal kebajikan dan meninggalkan segala yang dilarang oleh Allah SWT.

Baca Juga : Cara Malaikat Maut Mencabut Nyawa

Untuk itu marilah kita meningkatkan iman taqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya yakni memperbanyak ibadah, dan selslu beristighfar, insya Allah kita akan mendapatkan bahagia dunia dan akhirat serta mati dalam keadaan khusnul khatimah.

Berkaitan dengan hal tersebut Nabi SAW, menjelaskan dalam sabdanya yang artinya :

"Bilamana Allah menghadapi kebaikan seseorang, diberinya ia kedudukan yang baik, yaitu ditunjukkannya ke arah perbuatan yang baik sebelum meninggal, dan setelah itu baru dicabut nyawanya". (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al Hakim dari Annas).
Pada sabda Nabi saw. yang lain menerangkan, bahwa barangsiapa mengucapakan kalimat Laa ilaaha illallaah dijamin masuk surga. Namun kita harus ingat, bahwa tidak semua orang yang mampu uutuk mengucapkan kalimat tersebut.

Kemampuan seseorang mengucapkan kalimat tersebut tergantung kebiasaan selam hidupnya, dan orang-rang yang benar-benar mendapat kehendak Allah disebabkan kuatnya iman serta banyaknya amal saleh tatkala hidupnya.

Nabi SAW bersabda yang artinya :

"Barang siapa akhir lisannya mengucapkan laa ilaaha illallaah, pasti masuk surga". (NR.Imam Abu Daud dan Al-Hakim).
Jadi dengan kebiasaan sehari ucapakan kalimat tersebut, maka insya Allah pada akhir hayatnya ucapan tersebut tak akan relupakan, dan senantiasa terbaca, sehingga mati dalam keadaan khusnul khatimah.

Namun sebaliknya bila selama hidup di dunia tak mengenal ucapan kalimat sebagaimana pada akhir hayatnya mampu mengucapakan kalimat Laa ilaaha illallaah.

Dan mungkinkah pula bisa mati dalam keadaan khusnul khatimah ?

Demikianlah Pembahasan Tentang  Kriteria Kematian Menurut Islam. Tolong di Bagikan Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semuanya.

Sumber : Kemana Tujuan Akhir Manusia ?

0 Response to "Kriteria Kematian Menurut Islam"

Post a Comment

Jangan Lupa Like Page Facebook GODELOKU.com Untuk Mendapatkan Informasi Berita Terbaru dan Topik-topik Menarik Lainnya.