Makna Tamu Dalam Islam (Jamuan)

6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
6 Manfaat Bagi Istri Apabila Payudara Sering dihisap Sama Suaminya
Makna Tamu Dalam Islam (Jamuan)
Makna Tamu Dalam Islam (Jamuan)
Makna Tamu Dalam Islam Anas r.a. berkata :

Nabi s.a.w. bersabda yang artinya :
Apabila tamu telah masuk kerumah seseorang, maka ia masuk dengan membawa rizkinya, dan jika ia keluar, keluar membawa pengampunan dosa orang-orang rumah itu (H.R. Addailami).
Abu Qurshafah berkata yang artinya : 
Jika Allah menghendaki kebaikan terhadap seseorang maka mengirim hadiyah pada mereka berupa tamu, yang datang membawa rizkinya, dan kembali pula dengan rizkinya, sedang penduduk rumah yang didatangi itu telah diampuni oleh Allah ta'ala. (R. Abusy Syaikh).
Hibban bin Abi Jundata berkata : 
Sesungguhnya sedekah yang sangat cepat naik kelangit, yaitu bila seorang membuat makanan yang halal lalu memanggil kawannya untuk makan bersama. (R.Ibn Abud Dunia).
A'isyah r.a. berkata : Nabi s.a.w bersabda yang artinya :
Sesungguhnya para Malaikat tetap mendo'akan seseorang selama hidangan makannya masih terhampar (ya'ni untuk tamu-tamuan). (H.R. Attirmidzi).
Abuhurairah r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda yang artinya :
Siapa yang memberi makan pada seorang muslim, keinginannya maka Allah mengharamkannya dari api neraka. (H.R. Alhaakim).

Abuhurairah r.a. berkata yang artinya :

Seorang datang kepada Nabi s.a.w. dan berkata : 
Aku sungguh lapar. Maka Nabi s.a.w. menyuruh orang pergi menanyakan kerumah isterinya lalu dijawab : Demi Allah yang mengutus engkau dengan hak, kami tidak mempunyai apa-apa kecuali air, lalu disuruh pergi kelain isterinya dan jawabannya tidak berbeda, sehingga semua isterinya-isterinya menjawab:

Demi Allah yang mengutus kamu dengan benar, tiada sesuatu pada kami kecuali air. Maka Nabi s.a.w tanya pada sahabat-sahabat : Siapakah yang suka menjamu orang ini malam ini. Maka dituntun tamu itu kerumahnya, lalu ia berkata pada isterinya : Hormatilah tamu Rasulullah. Dan dilain riwayat : Ia bertanya pada istrinya : Apakah ada makanan padamu ?

Jawabnya : Tidak ada kecuali makanan untuk anak-anak. Ia berkata : Hiburlah mereka jika akan makan hingga tidur, dan bila datang tamu Rasulullah s.a.w. dan akan makan maka padamkan lampu, lalu kami berpura-pura makan, lalu mereka duduk bersama, dan kedua suami isteri bermalam kelaparan sedang tamu mereka makan kenyang.

Kemudian pada pagi hari Nabi s.a.w. menegur sahabat itu sambil berkata : Allah kagum dan suka pada perbuatanmu terhadap tamu semalam itu, lalu Allah menurunkan ayat :
Wa Yu'tsiruna ala anfusihim walaukaana bihim khashashah (Dan mereka telah mengutamkan lain orang dari diri mereka, meskipun diri mereka sedang lapar (Alhasyar 9).
Demikianlah pembahasan tentang Makna Tamu Dalam Islam (Jamuan). Tolong di Bagikan Kepada Semua Orang. Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semuanya.

Sumber : Petunjuk Kejalan Lurus

0 Response to "Makna Tamu Dalam Islam (Jamuan)"

Post a Comment

Jangan Lupa Like Page Facebook GODELOKU.com Untuk Mendapatkan Informasi Berita Terbaru dan Topik-topik Menarik Lainnya.